Seeds of Reality!

Ditulis tahun 2013, tidak menyangka pernah sebijak ini. 

Terima kasih Tuhan sudah mempertemukanku dengan tulisan-tulisan lamaku.

Sepertinya sekarang aku tahu kenapa selama ini aku menulis apapun yang ada di pikiranku, entah di-posting atau tidak, entah di notes ponsel atau buku journaling/ diary/ to-do lists atau di kertas lalu ditempel di dinding...karena pada akhirnya semua itu menjadi kenyataan!

Aku pun kaget pada awalnya. Hari itu aku sedang berbenah, aku menemukan banyak sekali tulisan lamaku. Aku membaca kejujuran perasaanku atas peristiwa demi peristiwa, aku membaca keluhan yang ingin digantikan dengan keadaan yang lebih baik, aku juga membaca harapan-harapan muluk ala anak baru lulus. Bekerja di tempat spesifik (yang mengutamakan mental health, yang membiarkanku tetap idealis), menangani bidang spesifik, tinggal di tempat yang tidak jauh dari pura jika harus merantau, menjadi pengisi pentas, membuat desain poster untuk kegiatan dengan lingkup sangat besar, mengunjungi negara-negara dengan bendera berwarna hanya merah dan putih, dll. Ini jelas bukan proses yang instan, aku bahkan sampai melupakannya. Tapi jika kemudian diingatkan kembali bertahun-tahun setelahnya, rasanya aku sangat ingin mengapresiasi diriku dan semesta ini atas kegigihan dan kemampuan bekerja sama menjadikan semuanya indah pada waktunya. Oh iya, kesabaranku juga perlu diapresiasi -sangat sesuai motto INFJ: the impossible just takes longer.

Sebenarnya ada juga hari-hari di mana bermimpi saja aku tidak berani -karena melibatkan orang lain yang jelas tidak bisa dikendalikan. Misalnya, mimpi yang berkaitan dengan seseorang/ sesuatu yang sangat jauh secara fisik dan perasaan, hahaha. Aku tidak cukup percaya diri dan tidak percaya semesta akan mendukungku (lagi) jika sedang negatif begini. Lalu, setelah menulisnya, aku mencoretnya berkali-kali, bahkan aku sampai tidak mau membuka media menulisku untuk sekian lama. Padahal mimpi itu gratis ya, mimpi itu harus besar, dan konsepnya khan memang harus begitu: shoot for the moon, even if you miss, you'll land among the stars. 

Kalau suatu hari aku terpikir sebuah mimpi, aku akan menulisnya, entah di mana, untuk dibuktikan terjadi suatu hari nanti. Jika aku tidak berani, aku akan berkata pada diriku sendiri, "Semua yang pernah kamu tulis itu jadi nyata loh. Takut apa lagi?" Iya ya, munculkan saja dulu ke dunia, karena mimpi (yang kemudian ditulis walaupun setelahnya dilupakan), adalah benih-benih kenyataan.

My Instagram