Kwangen

Sebuah perjalanan (menuju puncak karier, misalnya) –yang berhasil kudeskripsikan.
Bacalah sampai selesai, untuk pengayaan hati.


Cerita Kelas Inspirasi


PROMOSI CERIA
'Harga 60.000, diskon 10%. Keunggulannya, kaosnya dingin dan warnanya tidak luntur. Merek terpercaya.'
Itulah isi pesan promosi baju berwarna separuh merah separuh putih dengan tulisan 'Bali' di tengahnya, dibentangkan paling depan dan paling tinggi.
Hari Senin itu, keadaan kelas sedang berubah. Biasanya belajar IPA/ Matematika, hari itu mereka belajar membuat promosi yang unik sesuai dengan bagian pekerjaan Kak Sitta yang seorang Marketing Communication Officer.
Tidak terbatas di baju, mesin cuci, ponsel, dan sepatu pun tidak luput dari bahan imajinasi mereka, tentu dengan kata-kata lucu ala anak-anak.


INSAN SEPAHAM
Ketika aku menyadari beberapa insan ternyata mendengar mimpiku dan memberiku ruang untuk berkembang, aku tahu bahwa tujuanku sudah dekat.
Aku hanya perlu menemukan mereka-mereka yang lain di perjalanan.

COBA SEKALI, COBA LAGI, COBA TERUS
Mungkin adik gigih ini hanya satu dari sekian anak Indonesia yang berpegang pada prinsip 'Apapun yang dilakukan 10.000 jam pasti berhasil' milik Thomas Alfa Edison.
Sebuah prinsip yang fundamental, karakter bawaan anak Indonesia, yang perlahan ditinggalkan.


(ARAH) RAGUKU
Apalah arti 1000 arahan jika tidak datang dari dalam diri?
Yang kita selalu tahu, inspirasi datang dari hal kecil yang berhasil mengubah enggan menjadi tekad, dan mengubah ragu menjadi mampu.

FOKUS PADA MIMPI
Dokter, pilot, guru, fotografer, dan polisi adalah sebagian dari mimpi-mimpi sederhana yang menghiasi spanduk siang itu.
Tak ada yang malu, semua tampak antusias saat menempelkan 'masa depan'.
Karena kenapa? Karena mereka fokus pada mimpi masing-masing, bukan menghakimi mimpi orang lain :)


TAKJUB
"Adik-adik, ada yang cita-citanya mau seperti Bill Gates? Sukses sekali lho, kaya dan berhasil."
"Siapa itu Bill Gates, Kak?"

ARIL YANG MURAH SENYUM
Aril, siswa kelas 6 SD, bercita-cita sebagai pilot, digambarkan sebagai anak yang usil, nakal, lucu, baik, dan murah senyum oleh teman-temannya -sebagaimana tertulis di sticky notes yang menempel di badannya.
Ari tampak sangat riang dan bersemangat saat bermain game 'Personal Branding.'


CALON PESAWAT MIMPI ABID
Abid tengah sibuk menggambar dunianya saat ini. Ia dan teman-temannya di kelas mendapat tugas inspirasi untuk menggambar diri di waktu sekarang dan akan jadi seperti apa 10 tahun kelak.
Mimpi dengan sentuhan inspirasi yang terukir di kertas itu nanti bersama-sama akan diterbangkan setinggi-tingginya ke angkasa dalam bentuk pesawat lipat.


MENANGIS TANDA BERJUANG
Saat meminta bantuan karena kesulitan menggambar, Emilia malah disoraki 'kurang mandiri' oleh teman-temannya hingga ia pun menangis.
Padahal di sisi lain, sikap Emilia patut dihargai, ia sudah berani menyerukan ketidakpahamannya demi sebuah inspirasi.
Semangat terus Emilia, proses menuju ke puncak, termasuk meraih mimpi, memang berliku :)


CENGRAMA DI SUDUT KELAS
Fungsi pendidik sesungguhnya adalah mendampingi anak murid memilih dunia barunya, dan lalu bersama-sama merangkai kendaraan mimpi itu, mengantarnya sampai tujuan dengan senyuman penuh inspirasi.

SEBUAH DEKLARASI
"Kepada seluruh mata yang menyaksikan, mulai hari ini saya berjanji akan menghargai mimpi-mimpi yang muncul dari benak saya dan membesarkannya menjadi sesuatu yang membanggakan.
Tolong beri saya kepercayaan penuh karena saya selalu percaya dan ingin berkali-kali membuktikan makna kalimat ini: 'Jika kita percaya pada orang lain, ia akan melakukan hal yang mustahil.'
Terima kasih."


SALING MENDOAKAN
Melalui doa upacara pagi itu, ia mendoakan dirinya, teman-temannya, guru, sekolah, dan pendidikan Indonesia agar lebih baik dan bermanfaat, lebih jujur dan peduli, lebih bermoral, bertanggung jawab, dan berperan dalam pewujudan Generasi Bersolusi.

HALO, TAMPANG PAPAN PESAN!
Ditempeli kertas di seluruh badan, bocah ini lebih penasaran dengan komentar-komentar teman terhadapnya dibandingkan seperti apa tampangnya saat itu. Kocak sekali!
Sesi ini menginspirasi adik-adik untuk selalu bersikap sesuai dengan deskripsi apa yang ia harapkan dari orang lain yang berinteraksi dengannya.


STARING A LIMELIGHT
Anak yang beruntung adalah anak yang masih bisa tersenyum ceria bagaimanapun bebannya.
Sementara orang dewasa yang beruntung adalah orang yang turut serta peduli mengembangkan senyum anak negeri.
Terima kasih Kelas Inspirasi! :)

PANEN HARTA KARUN
Kadang ingin jadi pilot, juragan toko beras, punya counter HP China 5 cabang, lalu esoknya ingin jadi profesor. Semakin hari, mimpi semakin menumpuk untuk dikumpulkan.
Tak apa, sungguh tak apa. Mimpi itu harta karun. Meskipun hanya dipendam bertahun-tahun, tetaplah mengumpulkannya. Jangan lupa berlari kecil ke arahnya setiap hari.
Suatu hari, pilihannya hanya ada dua, memanennya dalam bentuk kepuasan batin atau merasakan penyesalan menari-nari.


MENANGISLAH, WILDAN!
Sesi Bu Lusi siang itu diisi dengan mini-ESQ, anak-anak tampak tersedu hingga sesenggukan. Begitu pun Wildan yang sudah tidak kuat menahan air mata mengingat ayah ibunya disebut.
Semoga Wildan dan yang lain akan menjadi pribadi sukses dan berbudi luhur yang tidak pernah melupakan orang tua :)
x

Beruntung

-Beberapa hari setelah 2017 berjalan-

Bandung, 31 Maret (Bapak yang Dikirim Tuhan #2)

Hari itu, di waktu senggang kami di antara sore dan malam, ayah mengabari kawan seperjuangannya di Samarinda dulu –Pak Agus, kebetulan beliau saat ini ditempatkan di Bandung. Semua sedari awal nampak biasa saja, pertemuan teman lama, saling mengenang, dan berkah bagiku karena seperti sudah sewajarnya, kami diajak makan malam.
Menunggu jamuan kami datang, aku mengamati Pak Agus sambil mengikuti arah pembicaraannya walaupun sesekali aku menatap ke langit, berharap ada uang 500 juta jatuh untukku, untuk membantuku menciptakan masa depan yang selalu kusebut dalam doa. Kami diajak makan ke restoran mahal, nasi goreng teri pesananku saja sudah 59k belum dengan pajak, belum yang lain. Totalnya kira-kira 450k untuk 4 orang. Beliau bilang seminggu sekali mungkin beliau ke tempat itu untuk membunuh waktu, maklum, keluarganya tidak bersamanya di Bandung. Kagetnya aku menghitung harga menu-menu yang kami pesan ini menjadi wajar saat menyadari beliau adalah pejabat BUMN. Mobilnya saja bagus, ponselnya iPhone 6. Oke, yang aku bahas ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan materialistik, ini hanya semacam intro.

ParasHati

Aku menulis ini setelah menemukan perwujudan yang tepat. Menurutku (murni menurutku), korelasi paras dan hati dekat sekali. Kalau kau ditanya, kau lebih pilih paras atau hati?